0

Paket hemat hobi fotografi untuk pemula (seputar 1100D dan D3100)

Published at 10.48 in

Banyak sekali pembaca yang tanya kepada saya, bagus mana Canon 1100D atau Nikon D3100. Jawaban saya selalu diplomatis, keduanya bagus tinggal bagaimana kita memaksimalkan alat yang akan kita beli nantinya. Karena memilih DSLR (walaupun yang kelas pemula) tidak semudah membeli ponsel, kita perlu memperhitungkan rencana ke depan seperti ingin dipakai buat apa (nantinya akan menentukan lensa apa saja yang perlu dikoleksi), aksesori apa yang perlu dibeli dan juga lingkungan kita lebih cenderung ke merk apa. Kali ini saya sekedar berikan gambaran untuk memudahkan dalam membangun sistem kamera yang murah meriah, antara EOS 1100D dan Nikon D3100.
Bila anda belum mengenal betul perbedaan 1100D dan D3100, simak ceritanya disini. Saya tidak akan mengulangnya lagi di tulisan ini. Disini saya hanya akan memberi rekomendasi alat fotografi yang terjangkau dan berapa kira-kira dana yang harus disiapkan.
Canon EOS 1100D
Kamera DSLR pemula dengan fitur paling basic ini dijual di harga 5,2 juta dengan lensa kit 18-55mm. Bila anda membeli bodi saja tanpa lensa kit, harganya hanya 4,5 juta saja. Pilihan lensanya (bila membeli bodi saja) bisa Tamron 17-50mm f/2.8 seharga 3 juta yang meski secara rentang fokal hampir sama dengan lensa kit, namun secara diafragma jauh lebih besar dan konstan dengan bukaan besar f/2.8. Contoh foto di bawah adalah EOS 1000D dengan lensa Tamron 17-50mm.


Sebagai lensa telenya, apa lagi yang lebih baik dan lebih murah dari EF-S 55-250mm IS yang dijual di harga 2 juta. Dengan lensa ini anda bisa berkreasi dengan berbagai fokal tele dan cukup terbantu dengan adanya stabilizer IS di lensa.

Untuk kondisi low light dan demi dapat bokeh yang baik, bila anda hanya punya lensa kit, saran saya ambillah lensa fix termurah dan terpopuler EF 50mm f/1.8 yang dijual dengan harga kurang dari 1 juta. Namun bila anda punya lensa Tamron 17-50mm f/2.8, rasanya anda tidak perlu lagi membeli lensa fix 50mm f/1.8.

Guna menghasilkan foto dengan pencahayaan terbaik, gunakan lampu kilat eksternal. Saran utama dari saya belilah Speedlite 320EX seharga 2 juta, yang punya kelebihan mampu menembakkan sinar LED kontinu yang berguna sebagai video light. Namun bila dana jadi kendala, tidak ada salahnya membeli flash murah merk lain semisal Yongnuo YN468 yang dijual kurang dari 1 juta. Yongnuo ini cukup favorit untuk strobist, yang tipe YN468 sudah bisa TTL dan bisa zoom.
Jadi kurang lebih rekapitulasi biayanya :

* Bodi saja : 4,5 juta
* Lensa Tamron 17-50mm : 3 juta
* Lensa tele 55-250mm : 2 juta
* Flash 320EX : 2 juta

Total sekitar 11,5 jutaan.
Untuk skenario lainnya :

* Bodi + kit : 5,2 juta
* Lensa tele 55-250mm : 2 juta
* Lensa fix 50mm f/1.8 : 1 juta
* Flash 320EX : 2 juta

Total sekitar 10,2 jutaan.
Nikon D3100
Agak berbeda dengan Canon, anda hanya bisa membeli Nikon D3100 dengan lensa kit AF-S 18-55mm seharga 5,2 juta. Lensa kit Nikon sudah mencukupi untuk kebutuhan dasar dan kualitasnya pun relatif baik. Anda tinggal pertimbangkan lensa lain untuk kebutuhan tele dan di kondisi low light. Sebagai lensa tele rekomendasi saya adalah AF-S 55-300mm VR seharga 3 juta yang bakal menjadi pasangan serasi dari lensa kit seperti contoh gambar di bawah ini. Namun bila dana jadi hambatan, lensa AF-S 55-200mm VR pun bisa dibeli dengan selisih harga 1 juta lebih murah. Jangan beli lensa tele tanpa VR meski lebih murah beberapa ratus ribu.

Untuk lensa fix alias lensa prime, anda bisa memilih salah satu dari AF-S 35mm f/1.8 atau AF-S 50mm f/1.8 yang kebetulan harga jualnya hampir sama di kisaran 2,4 juta. Pilihannya tinggal apakah anda lebih suka fokal yang lebih wide (35mm akan ekivalen 50mm di format DX) atau lebih tele (50mm akan ekivalen 80mm di format DX). Manapun yang dipilih, keduanya adalah lensa handal di low light dan bahkan yang 50mm bisa dipakai juga di kamera FX.


Saran flash eksternal dari saya adalah Speedlight SB700 yang harganya 3 juta. Flash ini adalah penerus dari SB600 yang populer namun sudah diskontinu. Bila terasa terlalu mahal, bisa juga pakai flash merk Nissin Di866 yang harganya 2,2 juta atau yang paling murah cobalah Yongnuo YN467 yang masih bisa TTL di Nikon seharga 800 ribu saja.
Bila kita hitung-hitung :

* Bodi + lensa kit : 5,2 juta
* Lensa tele AF-S 55-300mm : 3 juta
* Lensa fix : 2,2 juta
* Flash SB700 : 3 juta

Total sekitar 13,4 jutaan.
Bila ingin lebih murah bisa dicoba paket lain :

* Bodi + lensa kit : 5,2 juta
* Lensa tele AF-S 55-200mm : 2 juta
* Lensa fix : 2,2 juta
* Flash YN467 : 800 ribu

Total sekitar 10,2 jutaan.
Nah itulah gambaran atau estimasi biaya untuk merancang sistem kamera dengan dana terbatas. Selain itu masih perlu dipertimbangkan juga hal-hal pendukung seperti :

* tripod (misal Velbon CX300 seharga 300 ribu)
* filter (UV, ND, grad ND, CPL) total bisa 1-2 jutaan
* memory card, belilah yang kecepatan tinggi (minimal kelas 6)
* wireless trigger (bila ingin flash off-shoe/strobist)
* tas kamera (harga bervariasi)
* dry box untuk menyimpan kamera di rumah (jangan disimpan di dalam tas)
* baterai cadangan bila perlu

Itulah paket hemat yang bisa saya susun, bila mau dibahas bisa lewat kolom komentar. Kalau anda berminat membeli kamera atau aksesorinya lewat saya juga bisa, barang dikirim lewat TIKI.

0

Nikon D7000 resmi diluncurkan, siap gantikan D90 untuk bertarung dengan Canon EOS 60D

Published at 10.47 in

Hari ini Nikon merilis kamera DSLR kelas menengah baru yang bernama D7000. Kamera yang ditargetkan untuk menggantikan D90 yang begitu populer selama 2 tahun kebelakang ini kini dijual sedikit lebih mahal dengan harga 12 jutaan body only. Hadirnya Nikon D7000 ini bisa diduga adalah jawaban Nikon atas lahirnya Canon EOS 60D dimana keduanya berbagi kemiripan spesifikasi, punya harga jual yang sama dan sama-sama tergolong kamera semi profesional di kelas sensor APS-C. Nikon sendiri sejak hadirnya D5000 tampaknya sudah konsisten untuk menamai jajaran kamera DSLRnya dengan empat digit angka yang lebih aman untuk antisipasi penamaan kameranya hingga beberapa generasi mendatang.


Kalau sebelumnya Nikon mengejutkan pasar dengan membuat D3100 yang pertama memakai prosesor Expeed 2, 1080 HD video dan AF saat video, kini D7000 juga mengusung fitur serupa. Nikon D7000 ini sudah mengikuti tren dengan kemampuan merekam video berformat HD movie 1080p 24fps dengan auto fokus secara kontinu dan keleluasaan mengatur setting video secara manual. Namun andalan Nikon D7000 bukan cuma dalam hal video saja, justru sebagai kamera semi-pro D7000 lebih ditargetkan untuk memanjakan fotografer yang serius menekuni hobi fotografi dengan sederet fitur kelas atas dengan harga yang masih cukup terjangkau.

Berikut fitur dasar dari Nikon D7000 :

* sensor 16.2 MP, CMOS, APS-C (format DX, crop factor 1.5x)
* ISO 100-6.400, bisa dipaksa hingga ISO 25.600
* LCD 3 inci resolusi tinggi
* burst 6 fps (tidak bertambah cepat bila memakai baterai grip MB-D11)
* usia shutter teruji hingga 150ribu kali
* shutter 30-1/8000 detik, sync 1/250 detik (1/320 detik untuk FP)
* weather proof, magnesium alloy body
* kemampuan untuk wireless flash commander
* pentaprisma, 100% finder coverage, 0.94x
* dual SD slot (kalau di D300s pakai SD-CF slot)
* Multi-CAM 4800DX, 39 titik AF (9 diantaranya cross type), 3D AF tracking
* 2016 pixel AE metering (pertama dalam sejarah Nikon)
* prosesor Expeed 2
* 14bit A/D (seperti D300)
* HD movie, 1080p – 24fps / 720p – 30fps, H.264 codec
* AF saat video, maksimum rekam 20 menit
* Fine tune AF (seperti D300)
* Virtual horizon (seperti D300)
* EN-EL15 baterai Lithium baru
* paket body only atau dengan lensa kit AF-S 18-105mm VR

Ditinjau dari spesifikasi di atas nampak kalau hampir untuk semua aspek terdapat peningkatan signifikan dibanding D90, bahkan menyerupai fitur pada D300. Maka itu rasanya wajar bila pemilik D90 pun bakal tergoda untuk upgrade ke D7000 ini. Bodi kamera ini sepintas masih mirip dengan D90 dengan perbedaan adanya tombol khusus untuk live-view dan movie (persis seperti pada D3100). Nikon D7000 punya tata letak tombol sebelah kiri yang sama seperti D90 yaitu untuk mengakses MENU, WB, ISO, dan QUALity. Namun pada D7000 disediakan tombol putar untuk mengakses mode pemotretan S, CL, CH seperti pada D300 (tombol putar semacam ini tidak ada di D90). Pada mode dial D7000 tidak lagi diberikan beberapa Scene Mode seperti Landscape, Macro dsb. Sebagai gantinya, tersedia satu pilihan Scene Mode, dua User Profile yang bisa disimpan (U1 dan U2) untuk melengkapi mode P, A, S, M dan AUTO.